Yogyakarta (22 Juni 2024) – Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) menyelenggarakan workshop strategis bertajuk “Penyusunan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Terprogram Tahun 2024” di The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center, Jumat (21/6/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mempertajam relevansi proposal pengabdian dosen agar lebih terukur, solutif, dan berdampak luas bagi masyarakat.Workshop ini menghadirkan narasumber Novanda Alim Setya Nugraha, S.S., M.Hum., yang menekankan pentingnya menyelaraskan kegiatan PkM dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Penyusunan proposal PkM harus berawal dari analisis objek yang tajam untuk mengidentifikasi potensi dan masalah secara kuantitatif. Judul yang menarik harus diikuti dengan metode yang tepat guna memecahkan persoalan di wilayah sasaran,” ujar Novanda dalam paparannya.
Salah satu poin penting yang ditegaskan dalam workshop ini adalah kewajiban pelibatan mahasiswa dalam setiap kegiatan dosen, baik dalam pengabdian maupun penelitian. Hal ini dimaksudkan untuk memperkaya pengalaman praktis mahasiswa sekaligus memperkuat tim pelaksana di lapangan. Selain itu, Novanda menyarankan penguatan kolaborasi antar pihak yang didasarkan pada dokumen Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan hukum kegiatan yang lebih solid.Terkait keberlanjutan pendanaan, workshop ini mengungkap peluang hibah PkM melalui skema proyek sosial dari pihak luar, seperti program sosial dari BUMN. “Dosen tidak hanya bergantung pada internal, tetapi harus jeli melihat peluang pendanaan proyek sosial yang linear dengan kepakaran tim,” tambahnya.

Secara teknis, peserta diajak melakukan pemetaan potensi pengabdian melalui metode brainstorming. Indikator keberhasilan PkM kini tidak hanya terbatas pada laporan administratif, tetapi juga mencakup luaran berupa monograf, video kegiatan, jurnal ilmiah, hingga laporan evaluasi yang terukur.
Dalam pelaksanaan di lapangan, narasumber membagikan langkah praktis seperti pendekatan persuasif dengan tokoh masyarakat, keterbukaan anggaran, serta pemanfaatan teknologi komunikasi seperti grup pesan singkat dan kunjungan rutin untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan.
Melalui workshop ini, STMM berkomitmen untuk memastikan seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat selanjutnya dapat memiliki profil khalayak sasaran yang strategis dan memberikan solusi nyata bagi tantangan di Indonesia.

(Tim PPM STMM – AD & MAVE)




