FGD Penyusunan Rancangan Awal Peta Jalan Penelitian STMM

Yogyakarta (28 Februari 2024) – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) “Penyusunan Rancangan Awal Peta Jalan Penelitian” di Hotel Grand Keisha, Rabu (28/2/2024). Kegiatan ini bertujuan merumuskan tahapan strategis riset institusi.Peta jalan (roadmap) merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) lima tahunan STMM. Sebagai Perguruan Tinggi Kementerian Lain (PTKL), Renstra yang disusun mempertimbangkan kebijakan dua kementerian yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini memastikan STMM menjalankan fungsi utamanya dalam Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung penyelenggaraan teknis negara.

oppo_2

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Subhan Afifi, M.Si., menekankan bahwa roadmap bukan sekadar dokumen administratif, melainkan komitmen untuk membangun keunggulan peneliti. Menurutnya, penelitian yang berkualitas harus menawarkan kebaruan (novelty) yang dibuktikan melalui peta literatur atau celah riset yang jelas.

Dosen dan institusi perlu fokus dan konsisten. Roadmap harus berjenjang mulai dari tingkat individu, program studi, hingga universitas untuk menentukan arah karier profesional dan fokus kepakaran yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Tim Perencanaan Biro Perencanaan Kemkominfo, Sarah Sagita, memaparkan bahwa riset di perguruan tinggi harus mampu mengakomodasi visi Indonesia Emas 2045. Salah satu poin kuncinya adalah akselerasi keterampilan SDM nasional melalui penyesuaian kurikulum berbasis digital dan peningkatan kualitas lulusan bidang STEM.

oppo_2

Data dari Puslitbang Aptika dan IKP Kemkominfo turut menyoroti urgensi riset ini. Berdasarkan Indeks Transformasi Digital Nasional tahun 2022, skor Indonesia masih berada di kategori ‘Cukup’ (49,2). Pengukuran melalui Digital Literacy and Digital Skill Toolkit dalam kerangka Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) kini menjadi basis penting bagi peneliti STMM untuk memetakan kompetensi digital di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

FGD ini juga membedah tantangan teknis riset di berbagai program studi, termasuk strategi menghasilkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada prodi kreatif seperti Animasi. Diskusi menyimpulkan bahwa penentuan bidang penelitian tidak boleh hanya mengejar tren viral, melainkan harus didasarkan pada ketekunan dan kedalaman kajian objek tertentu.

Melalui penyusunan peta jalan ini, STMM berkomitmen untuk menciptakan ekosistem riset yang kolaboratif dan lintas disiplin. Dengan dukungan data IMDI dan visi digital nasional, hasil penelitian dosen STMM diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menghadapi tantangan transformasi digital dan memperkuat kedaulatan digital Indonesia di masa depan.

oppo_2

(Tim PPM STMM – AD & MAVE)

Share Now:

Related Articles